Hari Anak Nasional: 11 Juta Anak Masih Berada di Garis Kemiskinan

Hari Anak Nasional: 11 Juta Anak Masih Berada di Garis Kemiskinan

Hari Anak Nasional (HAN) ditetapkan oleh Presiden ke-2 Soeharto melalui keputusan Presiden RI Nomor 44 tahun 1984. Yang mana diteken pada 4 hari sebelum perayaan. Perayaan Hari Anak Nasional pertama ditandai dengan Konferensi Pembinaan dan Pengembangan Kesejahteraan Anak di Istana Negara, yang digelar secara bersamaan dengan Kongres ke-4 KNPI di Binagraha.

Genap 35 tahun Hari Anak Nasional adalah umur yang cukup tua untuk megingat bahwasannya saat ini masih ada sekitar 11 juta anak Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan atau sekitar 13,31 persen dari jumlah penduduk yang berkategorikan anak. Bahkan dalam dunia kerja Indonesia masih banyak memperkerjakan anak dibawah umur. Seperti yang dilansir oleh viva.co.id hingga pada akhir 2017 lalu Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mencatat ada 4,7 juta anak dibawah umur sudah jadi pekerja.

Secara persentase, pekerja anak tertinggi terdapat di Papua dengan jumlah sebanyak 34,7 persen dari total pekerja dibawah umur. Disusul dengan Sulawesi Utara sebanyak 20,46 persen dan Sulawesi Barat 19,82 persen.

Pada umumnya, anak bekerja pada sektor pertanian, kehutanan, perkebunan, perikanan, sektor industri manufaktur, sektor perdagangan umum, perdagangan eceran, restoran, dan hotel, serta sektor jasa, sementara selebihnya berada di jalanan.

Namun, ada 1,7 juta anak yang bekerja pada jenis dan bentuk pekerjaan terburuk. Diantaranya adalah pekerja anak di pertambangan, atau pekerjaan yang mengandung sifat bahaya tertentu bagi anak seperti di anjungan lepas pantai dan penyelaman air dalam. Serta eksploitasi anak untuk bekerja di karaoke atau kelab yang melibatkan minuman keras, narkoba, serta obat perangsang seksualitas.

Selain itu, hingga tahun ajaran 2017/2018 total siswa putus sekolah di Indonesia sebanyak 187.828 orang. Terdiri dari 32.127 anak putus sekolah jenjang SD, 51.190 anak jenjang SMP, 31.123 anak pada jenjang SMA, dan 73.399 anak di jenjang SMK. Dan 4,6 juta anak usia 7-18 berstatus tidak sekolah.

Penulis: Nur Kusmayadi
Editor: –
Dilihat 47 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *